NGERI!!! Pertikaian Antar-kelompok Pecah di Kwamki Narama Mimika: Satu Orang Tewas Dihujani Anak Panah
Daftar Isi
LINK REKAMAN VIDEO:
*Jika saat diklik mengarah ke situs lain tidak ke video, langsung klik kembali (back) lalu klik ulang linknya untuk melihat video tanpa sensor*
MIMIKA — Kondisi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali memanas setelah terjadi bentrok antarkelompok yang menewaskan satu orang, Minggu (4/1/2026) siang. Insiden berdarah tersebut melibatkan dua kelompok, yakni kelompok Dang dan Newegalen, dan terjadi di jalan utama wilayah setempat.
Korban diketahui bernama Jori Murib. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah dihujani anak panah oleh sekelompok massa dalam pertikaian tersebut. Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.25 WIT, tepatnya di sekitar lapangan sepak bola Distrik Kwamki Narama.
Menurut keterangan kepolisian, korban baru dua hari tiba di Kwamki Narama setelah melakukan perjalanan dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Sebelum insiden terjadi, korban diduga sempat mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah orang dari kelompok Newegalen.
Pertikaian bermula ketika korban keluar ke jalan aspal. Saat itu, massa dari kelompok Dang yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran terhadap korban hingga ke depan Markas Polsek Kwamki Narama. Massa tersebut diduga mengira korban merupakan bagian dari kelompok lawan.
“Mereka kejar sampai di depan Polsek lalu mereka panah karena dianggap dari pihak lawan,” ujar Iptu Yusak Sawaki.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah belakang lapangan sepak bola. Namun, ia akhirnya tumbang setelah terkena sejumlah anak panah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami status dan keterlibatan korban dalam konflik antarkelompok tersebut. Pasalnya, korban diketahui tidak pernah terlibat dalam aksi perang atau bentrok sebelumnya di wilayah itu.
“Kami belum tahu pastinya karena dia baru turun dari Beoga dan tidak ikut berperang,” imbuh Yusak.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani prosedur medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, aparat keamanan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah Distrik Kwamki Narama guna mencegah terjadinya aksi balasan dari kelompok-kelompok yang bertikai.
“Kami meningkatkan patroli di wilayah Kwamki Narama untuk mencegah adanya aksi balasan,” pungkas Iptu Yusak Sawaki.
